A.
PENDAHULUAN
Masyarakat
adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan
tetap dan mempunyai suatu kepentingan yang sama. Seperti; sekolah, keluarga,
perkumpulan, Negara semua adalah masyarakat. Dalam bahasa Inggris,
masyarakat adalah society yang pengertiannya mencakup interaksi sosial,
perubahan sosial, dan rasa kebersamaan. Istilah masyarakat disebut pula sistem
sosial.
Berikut di bawah ini adalah beberapa
pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi dunia:
·
Menurut Selo Sumardjan, masyarakat
adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
·
Menurut Karl Marx, masyarakat adalah
suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan
akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara
ekonomi.
·
Menurut Emile Durkheim, masyarakat
merupakan suau kenyataan objektif pribadi- pribadi yang merupakan anggotanya.
·
Menurut Paul B. Horton & C.
Hunt, masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup
bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu,
mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam
kelompok / kumpulan manusia tersebut.
7.1 MASYARAKAT PERKOTAAN
Masyarakat perkotaan sering disebut
urban community . Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat
kehidupannya serta cirri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat
pedesaan. Ada beberap ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
- Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa
- Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu. Di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan , sebab perbedaan kepentingan paham politik , perbedaan agama dan sebagainya .
- Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan , menyebabkan bahwa interaksi – interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada factor kepentingan daripada factor pribadi.
- Pembagian kerja di antra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata
- Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa
- Interaksi yang terjai lebih banyak terjadi berdasarkan pada factor kepentingan daripaa factor pribadi
- Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu
- Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.

7.2
HUBUNGAN
DESA DAN KOTA
Masyarakat
pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu
sama lain, bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan
yang erat, bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan.
Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan pangan,
juga sumber tenaga kasar seperti buruh bangunan. sementara kota menghasilkan
barang barang yg di butuhkan masyarakat desa seperti obat pembasmi hama dan
juga menyediakan tenaga ahli entah di bidang medis ataupun elektronik
7.3
ASPEK
POSITIF DAN NEGATIF DARI MASYARAKAT DESA DAN MASYARAKAT KOTA
A.
Aspek Positif
- Perkotaan dapat memberikan pekerjaan bagi tenaga kerja kasar dari desa yg bekerja di proyek pembangunan gedung dikota.
- Perkotaan dapat memenuhi kebutuhan penduduk dengan fasilitas seperti wahana rekreasi, mall, dan hiburan lainnya.
- Tersedianya pembangkit tenaga listrik buat penerangn dan kebutuhan lainnya.
- Fasilitas pendidikan dan perguruan tinggi yang bagus-bagus dan sudah terakreditasi.
- Tersedia lapangan kerja.
- Perkotaan juga devisa buat negara.
B.
Aspek Negatif
- Terjadinya transmigrasi besar-besaran oleh orang desa ke kota yg menyebabkan kepadatan penduduk.
- Sehingga adanya pembangunan liar rumah-rumah dan pengangguran karena sedikitnya orang desar yg diterima bekerja.
- Tingkat kriminalitas tinggi karena banyaknya pengangguran dan mereka terpaksa untuk melakukan kejahatan untuk memenuhi kebutuhan.
- Pembangunan dipedesaan menjadi terlambat karena orang-orang desa pada kekota untuk mencari pekerjaan.
7.4
MASYARAKAT
PEDESAAN
Masyarakat pedesaan selalu memiliki
ciri-ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yang biasanya tampak dalam perilaku
keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik
dapat digeneralisasikan pada kehidupan masyarakat desa di Jawa. Namun demikian,
dengan adanya perubahan sosial religius dan perkembangan era informasi dan
teknologi, terkadang sebagian karakteristik tersebut sudah “tidak berlaku”.
Masyarakat pedesaan juga ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang
kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yagn
amat kuat yang hakekatnya, bahwa seseorang merasa merupakan bagian yang tidak
dapat dipisahkan dari masyarakat dimanapun ia hidup dicintainya serta mempunyai
perasaan bersedia untuk berkorban setiap waktu demi masyarakatnya atau
anggota-anggota masyarakat, karena beranggapan sama-sama sebgai masyarakat yang
saling mencintai saling menghormati, mempunyai hak tanggung jawab yang sama
terhadap keselamatan dan kebahagiaan bersama di dalam masyarakat.
Adapun yang menjadi ciri masyarakat
desa antara lain :
- Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.
- Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
- Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian
- Masyarakat tersebut homogen, deperti dalam hal mata pencaharian, agama, adapt istiadat, dan sebagainya
Didalam masyarakat pedesaan kita
mengenal berbagai macam gejala, khususnya tentang perbedaan pendapat atau paham
yang sebenarnya hal ini merupakan sebab-sebab bahwa di dalam masyarakat
pedesaan penuh dengan ketegangan –ketegangan sosial. Gejala-gejala sosial yang
sering diistilahkan dengan :
·
konflik
·
kontraversi
·
kompetisi

7.5
PERBEDAAN
MASYARAKAT PEDESAAN DENGAN MASYARAKAT PERKOTAAN
Dalam
memahami masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, tentu tidak akan
mendefinisikannyasecara universal dan objektif, tetapi berpatokan pada
ciri-ciri masyarakat. Ciri-ciri itu ialah adanya sejumlahorang, tinggal dalam
suatu daerah tertentu, adanya system hubungan, ikatan alas dasar kepentingan
bersama,tujuan dan bekerja bersama, ikatan alas dasar unsur-unsur sebelumnya,
rasa solidaritas, sadar akan adanyainterdependensi, adanya norma-norma dan
kebudayaan. Kesemua ciri-ciri masyarakat ini dicoba ditranformasikan pada desa
dan kota, dengan menitik beratkan pada kehidupannya. Ciri masyarakat desajuga
mungkin belum tentu benar, sebab desa sedang mengalami perkembangan struktural
yang tersusun danterarah ke peningkatan integrasi masyarakat yang lebih luas
sebagai akibat intensifnya hubungan kola dengandesa dan derasnya program
pembangunan, sehingga dapat menimbulkan perubahan-perubahan.
Masyarakat
pedesaan maupun masyarakat perkotaan masing-masing dapat diperlakukan sebagai
sistemjaringan hubungan yang kekal dan penting, serta dapat pula dibedakan
masyarakat yang bersangkutan denganmasyarakat yang lain. Oleh karena itu,
mempelajari suatu masyarakat berarti dapat berbicara soal struktur sosial.Untuk
menjelaskan perbedaan atau ciri-ciri dari kedua masyarakat tersebut, dapat
ditelusuri dalam hal lingkunganumumnya dan orientasi terhadap alam, pekerjaan,
ukuran komunitas, kepadatan penduduk, homogenitas-heterogenitas, diferensiasi
sosial, pelapisan sosial, mobilitas sosial, interaksi sosial, pengendalian
sosial,pola kepemimpinan, ukuran kehidupan, solidaritas sosial, dan nilai atau
sistem nilainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar